Jokowi’s “Blusukan” Cost

A lot of media nowadays makes an extra view of this topic. “Blusukan” which we can say as “surveying to the field,” the system that Jakarta’s governor does to know direct situation for many problems in Jakarta town.

This is not a new thing in leadership and managing the town problem. In early era of Indonesia independent, our first President, Ir. Soekarno had always done this way to find the true problem in many cities and take a direct solution. Also, many governor or town major nowadays do this way. But, it looks different with Jokowi. He has his own unique way in his “blusukan.”

This leader does attract directly to the people and ask for what they want just like a friend. Different with many other leaders who are very exclusive and untouchable by people, Jokowi shows himself as “a usual person” same as them. This makes many people love him and like his leadership way. Sometimes he also does a strange thing in his “Blusukan” activity. He doesn’t fear to go down to the dirty ditch to know the actual condition. He walks on a flood area casually and don’t think about the dirt he will get. Continue reading

Advertisements

Jakarta must be crazy

The first time I saw news about Jakarta, I wasn’t concerned about it. I though it was just like before, just another flood season. But at the second time, I really shocked. That was crazy. Even in the main city was full of water too. HI Circle Traffic was also flooded. Wow, this wasn’t another flood season like I had though before. This was really terrible.

source: http://media.viva.co.id/thumbs2/2013/01/18/188690_banjir-lumpuhkan-jakarta-utara_663_382.jpg Continue reading

Jakarta Itu Aneh!

Zaman sekarang ini kita bisa dengan mudah tahu apa saja yang kita inginkan, inilah zaman internet. Mau tahu kabar teman di luar negeri, tinggal buka jejaring sosial, mau tahu kabar negara luar tinggal buka situs-situs berita internasional, mau tahu apa saja mudah sekali. Nah, mau tahu kabar Jakarta juga gampang, mulai dari penduduk, ekonomi, transportasi, politik, ini yang paling panas saat ini, kebetulan beberapa minggu yang lalu Jakarta sudah melakukan Pilkada putaran pertama, dikatakan putaran pertama karena belum ada pemenang mutlaknya, kita tidak tahu apa yang akan terjadi nantinya di putaran kedua, yang jelas kita semua mengharapkan pemimpin yang terbaik untuk rakyat Jakarta, tidak peduli orang dari mana, seperti apapun orangnya, bekumis atau jenggotan atau tidak kedua-duanya, yang penting amanah dan tahu posisinya sebagai pemimpin, bukan sebagai pemanfaat keadaan. Yak, yang pasti informasi bisa dengan mudah kita dapat saat ini.

sumber: http://tempo.co/

Bicara soal Jakarta, kebetulan saya ini bukan orang Jakarta, tapi pernah sekali kesana, itu pengalaman pertama yang cukup berkesan. Pengalaman berkesan itu dimulai saat menuruni kapal di Pelabuhan Merak. Menuju jalan tol dan memasuki Jakarta. Begitu lepas dari bibir tol, pemandangan dasyat mulai terlihat, ada ribuan mungkin sampai puluhan ribu kendaraan yang memadati jalanan kota, karena ini pengalaman pertama, hal tersebut dibawa seru-seruan saja. Untunglah kemacetan tidak begitu lama, sekitar 2-3 jam mobil bisa berjalan dengan nyaman lagi. Pemandangan kota metropolitan memang cukup dasyat, tidak ada kota lain di Indonesia yang memiliki gedung-gedung pencakar langit yang sangat banyak seperti di Jakarta, jalan-jalan yang berlapis-lapis juga menambah indah pemandangan kota, namun tidak sedikit pula rumah-rumah kumuh menghiasi dataran Jakarta, semuanya hidup berdampingan, kesenjangan terhebat yang pernah saya lihat. Mobil-mobil mewah menghiasi jalanan Jakarta, gerobak tua pun tidak jarang terlihat melintas, ini fenomena yang sangat memprihatinkan di benak saya. Continue reading