Kebosanan diatas Kebosanan

Saat hari demi hari yang anda lalui diisi dengan aktivitas yang itu itu saja, anda pastinya akan merasa bosan. Tapi sudah merupakan sesuatu yang tidak bisa dihindari mengulangi aktivitas yang sama di hari berikutnya. Apalagi untuk seorang pekerja kantor ataupun bagi seorang pelajar. Mereka selalu melakukan aktivitas yang hampir sama setiap harinya. Lalu, pada titik tertentu, kejenuhan yang telah kian lama menggunung itupun sudah tidak sanggup lagi ditahan. “Mereka bosan.” Mereka pergi dan mencari obat penghilang kebosanan.

Umumnya, obat bagi seseorang yang sudah bosan adalah hal hal baru dan mengasyikan. Sebuah pelarian sementara untuk mengendurkan kembali urat urat yang sudah lama keras dan kaku. Jika terasa sudah membaik dan memiliki semangat baru, barulah mereka kembali pada keseharian yang harus dijalani demi bertahan hidup dan menapakan kaki di bumi ini.

Hari hari pun berlalu…aktivitas yang berulang pun dijalani lagi…butiran butiran kejenuhan pun mulai menumpuk lagi. Sekali lagi, kebosanan tak bisa dielakkan. Lalu mereka berlari, kembali mencari obat demi menyembuhkan penyakit lama yang sudah kambuh ini. Setelah obat diminum, mereka sembuh dan kembali menjalankan aktivitasnya.

Begitulah seterusnya dan seyerusnya…maka dapat ditarik kesimpulan bahwa “kebosanan mutlak tidak bisa dihindari.”

Obat yang biasa dibeli setiap orang saat mengalami kebosanan adalah hiburan, rekreasi, bersantai atau bersenang senang. Satu hal yang pasti bahwa mereka mencari posisi rileks bagi tubuh mereka yang sudah kaku. Mereka mencari kesenangan sementara untuk menghibur diri. Lalu bagaimana jika mereka tidak mengobati penyakit bosan tersebut dan terus saja melakukan aktivitasnya tanpa menghiraukan perasaan itu? Sepertinya itu hal yang tidak mungkin…sekurang kurangnya mereka bisa tidur untuk menyamankan tubuh mereka.

Kembali berfikir…

Bahwa sebenarnya rangkaian “sehat-sakit-berobat-sehat-lalu sakit lagi” adalah suatu aktivitas induk yang jika diterjemahkan adalah sebagai berikut:

-Manusia melakukan aktivitas secara terus menerus (sehat)

-Manusia merasa bosan (sakit)

-Manusia bersenang senang (berobat)

-Manusia kembali melakukan aktivitas sehari hari (sehat)

-dan seterusnya…

Kita mendapati bahwa semua itu juga merupakan siklus yang selalu berulang ulang terjadi, sama halnya seperti pekerjaan kita sehari hari.

Lalu, jika suatu saat nanti kita menyadarinya dan mendapati diri kita “bosan” dengan siklus “sehat-sakit-berobat-sehat-lalu saki lagi…”

Apa yang harus kita lakukan….!!!!!?????

12 thoughts on “Kebosanan diatas Kebosanan

  1. adabenarnya yang anda katakan….
    itu sudah menjadi sebuah siklus atau bahkan bisa dibilang sebagai sistem yang pastinya sling berkaitan…

    tapi kau sendiri apakah pernah mendapat penyakit kebosanan tersebut?!…..

    dan jika pernah,,apa yang anda lakukan?!….

  2. kalo bosan dengan siklus itu artinya bosan hidup kan.. sbnrnya siklusnya ga harus begitu. urutannya kan bisa kita bolak-balik sesuka kita. mungkin gitu ya cara menyiasatinya:mrgreen:

    salam kenal yah!

  3. PEMBUKAAN
    selamat pagi
    ISI
    saya ini orangnya mudah bosan.
    dan saat saya bosan,
    saya akan mengambil buku catatan,
    menuliskan beberapa nama di sana
    lalu orang yang saya tulis namanya akan mati karena serangan jantung
    PENUTUP
    terima kasih dan mohon maaf😮

  4. pada saat kita sehat………….kita bersyukur.
    pada saat kita sakit…………..juga bersyukur,
    pada saat berobatpun………..tetap bersyukur.
    selama masih ada rasa syukur itu, selama itu pula kita takkan pernah bosan utk bersyukur.
    salam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s