Malas dan Malas

Satu hal yang terlintas saat ini hanyalah “malas.” Kemalasan yang membatasi ruang gerak dan pemikiran. Fokus hanya tertuju pada tindakan “bersantai.” Benar benar hal yang menghambat kemajuan penyongsongan masa depan. Lalu apa yang harus dilakukan di kondisi seperti ini? Tubuh tidak mau lagi mendengarkan bisikan hati kecil yang masih kuat mempertahankan perjuangannya mengusir kemalasan… Mata pun demikian, bola yang padam dan kosong sudah tidak dapat lagi memancarkan kilau beningnya…

Apa daya? Malaikatpun tak sanggup lagi membantu…

Aliran deras yang menerjang semua yang menghadang… Tidak pernah berhenti sampai titik jatuh terakhir… Hanya dapat mengikuti alunannya… Lembaian kerasnya… Tanpa dapat berbuat apa apa…

Hal yang tidak bisa dihindari semua manusia. Tubuh yang terpaku dan menancap dengan kencangnya. Aneh…mengapa ia seenaknya datang…lalu pergi sesukanya juga. Jika diberi kesempatan 1 menit saja tidak merasakan sakit, maka akan kuhantamkan muka ini ke dinding…biar ia rasakan kebangkitan dan kesegaran baru yang menghujam ke seluruh tubuh.

Agar kau bangun!

Agar kau berhenti mengeluh!

Agar kau lanjutkan harimu!

Tidak untuk terus beleha dan tenggelam dalam hal yang sangat memuakan ini, “malas.” malas

3 thoughts on “Malas dan Malas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s